Pemanfaatan Film Sekawan Limo untuk Pembinaan Sikap Berbahasa Santun dan Tepat Konteks pada Kalangan Remaja
Keywords:
Film Sekawan Limo, Kesantunan Berbahasa, Dialek Suroboyoan, Pembinaan Bahasa RemajaAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik kebahasaan dalam dialog film Sekawan Limo serta mengkaji potensinya sebagai media pembinaan sikap berbahasa santun dan tepat konteks pada kalangan remaja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data diperoleh dari dialog dan adegan dalam film Sekawan Limo yang mengandung praktik kesantunan berbahasa, penggunaan dialek Suroboyoan, serta fenomena alih kode dan campur kode. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penayangan film secara berulang, pencatatan data, klasifikasi, dan analisis kontekstual terhadap situasi tutur dan relasi antartokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dialog dalam film merepresentasikan praktik berbahasa yang kontekstual dan sarat nilai budaya Jawa Timur. Penggunaan dialek Suroboyoan berfungsi sebagai penanda identitas, solidaritas, dan kedekatan sosial, sementara alih kode dan campur kode digunakan secara fungsional sesuai dengan situasi dan lawan tutur. Temuan ini menegaskan bahwa kesantunan berbahasa bersifat kultural dan kontekstual, bukan semata-mata ditentukan oleh bentuk bahasa. Dengan demikian, film Sekawan Limo berpotensi dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alternatif untuk membina sikap berbahasa santun dan kemampuan berbahasa sesuai konteks komunikasi pada remaja.
